Virus dan Worm
Kita semua pasti pernah mendengar istilah ini, tapi pada umumnya kita sering menyebut setiap malcode (program atau script yang berbahaya atau merugikan komputer) dengan istilah ‘virus’ padahal virus dan worm itu sebenarnya berbeda.
Virus komputer mirip dengan virus menurut biologi, karena prinsipnya adalah menginfeksi korban, dalam hal ini program atau file lain. Dengan menginfeksi suatu file, Virus menggunakan file tersebut sebagai infektor dan melakukan penyebaran. Virus sebenarnya membuat ukuran file tersebut berubah, karena Virus menempel pada file tersebut. Namun perbedaan ukuran file yang asli dan file yang terinfeksi tidak terlalu besar, karena biasanya Virus menggunakan teknik kompresi untuk memperkecil ukurannya. Virus yang ‘bagus’ adalah Virus yang dapat berubah-ubah seperti Virus Flu yang selalu berubah sehingga sulit untuk dibasmi.
Worm komputer adalah program yang independen dan punya kemampuan untuk memperbanyak diri dalam suatu komputer. Walaupun worm dapat menulari file, namun tidak bertujuan untuk menjadikan file tersebut sebagai infektor.
Jadi Worm adalah suatu program yang independen dan mampu memperbanyak diri melalui media penyimpanan atau jaringan. Worm tidak menginfeksi file atau program dengan tujuan memperbanyak diri seperti pada Virus. Karena Worm tidak menggunakan file insfektor sebagai cara untuk memperbanyak diri, Worm menggunakan beberapa trik untuk menyembunyikan diri, misalnya dengan ikon folder, atau menggunakan nama-nama yang dapat memikat kita untuk mengeksekusi program tersebut. Dan untuk penyebarannya, Worm biasanya menyebar dengan menggunakan media Flashdisk.
Belakangan ini, Worm biasanya menambahkan file ‘autorun.inf’ pada USB Flashdisk / Removable Disk agar selalu dieksekusi saat Flashdisk tersebut dihubungkan ke komputer. Jadi sebelum menghubungkan Flashdisk ke komputer, sebaiknya Anda menahan tombol ‘SHIFT’ sampai Flashdisk Anda terdeteksi oleh komputer atau dengan mematikan fungsi autorun lewat ‘regedit’, dan biasakan untuk membuka Flashdisk dari panel kiri (tree) pada Windows Explorer. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya Anda memberikan ikon pada Flashdisk / Removable Disk Anda dengan membuat file ‘autorun.inf’ yang berisi informasi mengenai ikon Flashdisk Anda agar apabila ikon Flashdisk Anda kembali normal, ada kemungkinan file ‘autorun.inf’ yang Anda buat telah berubah, mungkin ada Worm pada Flashdisk Anda.
Contoh file autorun.inf untuk mengganti ikon Flashdisk / Removable Disk / Optikal Disk
[autorun]
icon=”ikon1.ico”
Dengan ikon1.ico adalah nama file ikon yang ada di Flashdisk Anda atau dengan nama “%SystemRoot%\system32\SHELL32.dll,X” dengan X adalah nomer ikon pada file shell32.dll antara 0-276 pada shell32.dll komputer saya. Dengan menggunakan ikon ini, Anda tidak perlu menyimpan file ikon pada Flashdisk Anda.
About this entry
You’re currently reading “Virus dan Worm,” an entry on Fortitudo mea Dominus
- Published:
- March 13, 2008 / 3:53 am
- Category:
- Windows
- Tags:
2d Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]