nge-gembel

di suatu hari tanggal 12 januari 2011 dan di suatu acara bootcamp, sebuah team yang beranggotakan 9 orang, dan saya ada di dalamnya, ada sebuah tugas yang harus dilakukan. sebuah tugas dimana saya bisa belajar untuk menghargai uang (bukan menuhankan uang) dan berusaha untuk mendapatkan uang.
di pagi hari itu, sekitar jam 6.30, kami dan 6 kelompok yang lain mulai berangkat ke pasar ciwidey. dengan tak bermodalkan apa-apa, hanya bermodalkan badan, tapi tetep berpakaian, memulai aksi menggembel sekitar jam 7, dan harus selesai jam 11. awalnya saya ga tau mesti kemana, sepanjang jalan tidak banyak toko. mencoba untuk melamar kerja di sebuah tempat cuci mobil, tapi karna yang punya sedang tidak ada, jadi tidak bisa diterima. mencoba di sebuah tempat pengantaran susu, tapi karna waktu itu saya bersama teman saya, jadi saya berikan saja pada teman saya. mencoba lagi di sebuah sekolah, tapi ternyata sudah ada 2 teman saya. aga merasa tertekan memang karna teman-teman saya sudah dapat pekerjaan, sedangkan saya belum. dan akhirnya Tuhan menuntun saya sampai ke sebuah toko bangunan. kira-kira saat itu jam setengah sembilan. di sana saya bertanya pada seorang pekerja, dan dia menyarankan saya untuk bertanya pada yang punya toko, akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya, dan setelah menunggu beberapa menit, karena beliau sedang sibuk mengurusi pelanggan, akhirnya saya diterima.
pada awalnya saya menjelaskan bahwa saya tidak punya uang, dan mau bekerja jadi apapun dan saya cuma punya waktu sampai jam 11, dan akhirnya cici itu memperbolehkan dan bertanya pada saya apakah saya bisa mengendarai mobil, dan sedikit berkenalan. oke, pekerjaan dimulai dari mengambil beberapa barang yang mau dibeli oleh pelanggan, mengantar barang dengan motor, menyusun barang-barang, dan akhirnya… mengantar barang dengan mobil dari toko itu yang ada di ciwidey, ke kawah putih, kirain deket, ga taunya jauh banget. oke, mobil yang saya pakai adalah colt yang bener-bener sudah amburadul dan susah dikendarai, persneling yang ada deket stir dan ganti gigi yang bener-bener ga jelas dan susah masuknya, pintu yang udah ga beres sampai harus di ganjel dengan karet dari pintu kiri sampai kanan. saya bersama seorang pekerja di sana (bernama Warno) mulai pergi mengantarkan barang.
sepanjang perjalanan yang sangat berat itu, saya mengemudikan mobil dan mengobrol dengan mas Warno, dia bercerita bahwa pernah mengantar barang, dan karena jalannya ambles, dia tergelincir dan jatuh, setelah itu dia menelepon bosnya dan apa yang dikatakan bosnya? “wah, jatuh dimana? barang-barang saya baik-baik saja kan?” begitulah kira. hahahahaha, saya kaget dan ketawa waktu itu. akhirnya sampailah saya di pintu masuk ke kawah putih. ini adalah pengalaman pertama saya bisa ke kawah putih dan ga bayar masuk. setelah mengantar barang, kami pun pulang. tapi tantangan belum selesai, mobil gila yang disebut upin itu pun mulai ngambek dan akhirnya berhenti karena bagian bawah yang memutar roda belakang (ga tau namanya apa) rusak karena bautnya lepas. setelah mobil berhenti, mas Warno pun keluar dan lupa kalo ganjelan dipintu masih terpasang dan membuka pintu, dan akhirnya ganjelan tersebut lepas dan mengenai kepala saya, waktu itu saya merasa seperti habis dilempar batu yang besar dan ternyata kepala saya berdarah, gile.. mau muntah rasanya, untung Tuhan masih melindungi saya. mas Warno pun bertanya “ada apa mas?” saya cuma bisa jawab, “kena ganjelan itu mas, duh sampe pusing nih mas” sambil tersenyum. waw, itu kira-kira sudah jam 11 lebih, dan itu sebenernya adalah saatnya saya pulang ke penginapan dan mempertanggungjawabkan pekerjaan saya dan kelompok. waw, saya sudah mulai deg-degan waktu itu. karna mobilnya berhenti dengan posisinya kurang manis dibagian blakangnya, akhirnya kami dan dibantu 2 orang, mengangkat dan menggeser mobil itu, hahahaha berat juga ternyata. sambil menunggu bantuan dari teman mas Warno untuk mencari bautnya, kamipun beristirahat. karna tau saya tidak punya uang, mas Warno menawarkan makanan kepada saya, dan karena saya malu, saya menolak, ya akhirnya makan juga sih. karna tidak ada solusi, kamipun mendorong mobil dan meluncur, karena memang sebagian besar adalah turunan. singkat cerita, saya sampai juga di toko itu, dan kira-kira sudah hampir jam 1. pemilik toko itu bertanya pada saya mengenai mobil, dan saya menjelaskan apa adanya saja. pemilik toko itu memberikan saya uang 32.500 dan saya kaget, ternyata banyak juga yang diberikan. karena si cici itu kristen, sayapun pamit dan mengatakan “trima kasih ci, Tuhan memberkati” cici itu pun kaget dan membalasnya. tapi karna saya merasa banyak mendapatkan bantuan dan hal-hal lainnya dari mas Warno, saya memberi 10rb untuk dia, pengennya sih semuanya, tapi kami punya target yang harus dicapai. di luar toko itu, sudah ada 2 teman saya yang menunggu dan akhirnya kamipun berlari menuju tempat pertemuan dan pulang ke penginapan. dan selesailah penderiaan ini.
teman-teman, kita memang tidak hidup untuk uang, tapi kita butuh uang, jadi pergunakanlah dengan bijak dan kembalikan pada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan. Tuhan memberkati.

Advertisement

About this entry